Dosa-Dosa Besar EA Games Sepanjang Sejarah


EA Games udah sejak lama menjadi developer dan publisher game ternama. Game-game buatan mereka pun tersohor ke mana-mana. Siapa sih yang nggak tahu seri FIFA, The Sims, atau Battlefield ? Tapi seperti kata peribahasa, “tak ada gading yang tak retak”, nggak ada manusia (atau perusahaan) yang sempurna.

Kali ini, saya mau bahas beberapa ‘dosa besar’ yang pernah dilakukan oleh developer raksasa ini. Soalnya, kalo mau dirunut, banyak sekali ‘dosa’ EA yang bisa dibilang ‘menyakiti’ para gamers maupun kru dibalik pembuatan game tersebut.

EA Memonopoli Game American Football

Coba kamu perhatiin, ada berapa banyak game American Football di pasaran saat ini? Cuma satu kan? Seri Madden NFL buatan EA Games. Hal ini dikarenakan EA menandatangani exclusive deal dengan NFL, asosiasi American Football, di tahun 2004. Deal ini menjadikan EA satu-satunya developer yang boleh membuat game American Football di muka bumi ini.

Padahal sebelum deal tersebut, ada beberapa game American Football lainnya yang nggak kalah keren. Misalnya aja seri NFL 2K yang dibuat oleh 2K Games, Inc. untuk konsol Dreamcast, PS2, dan Xbox di tahun 1999 hingga 2004.

Deal Exclusive Nascar

Serupa dengan masalah game Madden NFL di atas, karena notabene EA menandatangani deal exclusive dengan National Association for Stock Car Auto Racing alias NASCAR, kita tidak akan mungkin untuk memainkan game NASCAR selain yang diproduksi EA. Sayangnya (atau untungnya?), sejak 2009 EA menghentikan produksi seri game NASCAR karena ada pemotongan budget dan kontrak tersebut habis masa berlakunya.

Setelah itu, lisensi NASCAR pun berpindah-pindah. Dibeli Polyphony Digital (Gran Turismo) di tahun 2009, dan kemudian beralih lagi ke Eutechnix (NASCAR The Game) di tahun 2011, terakhir dibeli oleh 704Games (NASCAR Heat)

EA Menutup Sims Social, Pet Society dan Sim City Social

Well, selain Pet Society, para gamer Sims Social bisa langsung ‘hijrah’ ke platform lain untuk main online. Tapi tetep aja bikin salty karena EA hanya memberikan short notice kepada para player game online tersebut. Pasalnya, nggak mungkin kamu nggak jajan pake uang beneran buat mainin game-game ini. Dan kamu nggak dapet ganti rugi apapun pasca penutupan ketiga game ini.

In-Game Sales di Dragon Age Origins

Kalo kamu main Dragon Age Origins, tiap kamu istirahat di camp, pasti ada seorang NPC yang bakal nawarin kamu buat jajan DLC expansion . Dan NPC itu pasti ada di setiap camp yang kamu temui sepanjang perjalanan! Nggak seberapa ‘berdosa’ sih emang kalo yang ini, tapi tetep aja nyebelin.

Star Wars Battlefront II Loot Box

Kamu pasti inget di akhir 2017 hingga awal 2018 kemarin EA dikritik habis-habisan gara-gara kasus loot box di game Star Wars Battlefront II. Loot box ini berisikan random material, Star Card, maupun karakter hero dari berbagai level yang berbeda. Nah masalahnya adalah, item-item level Epic (level paling bagus) juga bisa didapatkan melalui loot box ini, yang mana bisa dibeli menggunakan uang beneran.

Hal tersebut membuat para player yang berduit bisa mencapai level tinggi lebih dulu bermodalkan uang mereka, alih-alih memainkan game tersebut demi menaikkan level. Dengan kata lain, pay to win.

Itulah beberapa dosa EA di masa lalu yang paling parah menurut saya. Kalau kamu tahu ‘dosa-dosa’ EA yang lain, feel free to add on the comment section. See ya!

0 Response to "Dosa-Dosa Besar EA Games Sepanjang Sejarah"

Posting Komentar

IBX5A538CF69476E